Menikmati Alam Di Pantai Perbatasan, Bengkalis



Menikmati Alam Di Pantai Perbatasan, Bengkalis
The image is Pixabay property

Pantai Rupat merupakan salah satu pantai indah di Provinsi Riau yang tak kalah indah dengan pantai-pantai di Bali. Pantai Rupat mempunyai panjang sekitar 11 Kilometer dengan lebar 30 meter jika air dalam keadaan surut, atau 7 meter jika air laut dalam keadaan pasang. Pantai ini umumnya ramai dikunjungi oleh para wisatawan terutama pada bulan Shafar, yakni pada saat masyarakat sekitar melakukan ritual Mandi Shafar.

Sebagai pantai yang telah lama menjadi buah bibir masyarakat, pantai ini memang mempunyai lokasi yang sangat strategis karena berhadapan dengan daratan negeri tetangga, yakni Malaysia. Oleh karena letak geografis ini, masyarakat Pantai Rupat seolah-olah lebih merasa mempunyai kedekatan dengan orang Malaysia daripada Indonesia. 

Hal ini bisa dilihat dari bahasa yang mereka gunakan sehari-hari yang hampir tidak jauh berbeda dengan bahasa Malaysia. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para penduduk pantai ini biasanya mendapatkannya dari Malaysia, yakni dengan cara menyebarang dengan kapal motor (motor boat). Maka tidak heran jika masyarakat Pantai Rupat banyak yang menggunakan mata uang Ringgit dalam setiap transaksi ekonominya.

Pantai Rupat memang terkenal sebagai pantai yang memiliki kekhasan tersendiri. Hal ini bisa dilihat dari hamparan pasir putihnya yang membentang di sepanjang pinggir pantai. Selain berwarna putih, pantai ini bersih dan banyak dipenuhi binatang-binatang kecil yang sering disebut umang-umang. Binatang-binatang kecil ini kadang-kadang secara tidak sengaja membentuk susunan yang seolah-olah memerahkan sebagian bidang pantai, sehingga menambah cita rasa tersendiri bagi para wisatawan. 

Pantai ini juga mempunyai kekhasan lainnya, seperti air laut yang masih jernih dan ombaknya yang tidak terlalu besar, sehingga memungkinkan para pengunjung untuk sekadar mandi, berjemur, berolahraga air, rekreasi keluarga, dan bersantai. Para wisatawan yang mengunjungi pantai ini juga dapat melihat perbukitan Malaysia dengan mata telanjang, karena jaraknya yang tidak terlalu jauh. Selain itu, para pengunjung juga dapat melihat rumah-rumah nelayan yang berada di atas air laut yang juga sering disebut Rumah Togok. 

Bagi para wisatawan yang mempunyai hobi memancing, pantai ini juga bisa menjadi salah satu tempat rujukan yang sangat cocok untuk menyalurkan hobi tersebut sembari menikmati suasana pantai yang begitu elok dan memesona. Pantai yang terletak di pinggir Selat Malaka ini berlokasi di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Propinsi Riau.

Karena berdekatan dengan Kota Dumai, wisatawan yang hendak berkunjung ke Pantai Rupat disarankan menggunakan jalur transportasi laut dari Pelabuhan Dumai dengan menggunakan kapal motor (motor boat) atau kapal cepat (speed boat) yang biasanya memakan waktu sekitar 2,5 jam. Selain itu, pengunjung juga dapat menumpang kapal feri ataupun kapal pesiar dari Kota Dumai yang sering melintasi pantai ini. Dari dua jenis kapal ini, karena belum tersedia dermaga di sepanjang pantai, pengunjung harus pindah ke kapal kecil (pompong) untuk sampai ke Pantai Rupat.

Pantai Selat Baru merupakan pantai terindah kedua di Bengkalis setelah Pantai Rupat Utara. Nama Pantai Selat Baru sendiri diambil dari nama desa dimana pantai ini berada, Desa Selat Baru, yang juga menjadi Ibukota Kecamatan Bantan. Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah menjadikan pantai tersebut sebagai salah satu objek wisata andalan.

Dan dikawasan itu digelar pesta pantai setiap tahunnya. Pada event tersebut diadakan berbagai perlombaan, seperti lomba perahu jong, gasing, dan layang-layang. Pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai atraksi kesenian dan budaya tradisional daerah setempat.
  
Pantai Selat Baru memiliki hamparan pantai yang landai dan berpasir halus sepanjang 2 kilometer dengan jarak sekitar 200 meter dari bibir pantai. Gelombang laut di pantai ini relatif stabil, tidak lebih dari 1 meter, kecuali pada musim angin utara. Dari tempat ini membias biru Gunung Ledang di negeri jiran, Malaysia. Konon, di gunung itulah Hang Tuah dan Hang Jebat berkelahi. Sambil menikmati desir angin dan riak gelombang laut dari Selat Malaka, kehadiran elang laut yang terbang sambil memangsa ikan di pinggir pantai, menjadi pemandangan menarik bagi pengunjung.   

Pantai Selat Baru Terletak di Desa Selat Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Indonesia. Pantai Selat Baru terletak di utara ibukota Kabupaten Bengkalis. Berjarak kurang lebih 7 (tujuh) kilometer dengan jarak tempuh sekitar satu jam menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. 

Dari Pekanbaru, pengunjung dapat menggunakan transportasi air dengan mengarungi Sungai Siak menuju pelabuhan Bengkalis. Jarak tempuhnya sekitar 5 (lima) jam. Akses lain yang dapat digunakan pengunjung adalah jalur darat. Yaitu, naik bus dari Pekanbaru menuju Kabupaten Siak melewati jalur lintas timur Sumatera. Jarak tempuhnya lebih kurang 2 (dua) jam. Dari pelabuhan Siak, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan kapal cepat menuju pelabuhan Bengkalis dengan jarak tempuh sekitar 2 (dua) jam.   

Di tempat ini pengunjung dapat melakukan berbagai kegiatan, seperti berjemur (sun burning) di pantai, berselancar (surfing), berperahu (boating), berenang (swimming), dan memancing (fishing). Kecuali itu, di kawasan tersebut juga dilengkapi dengan pelabuhan bertaraf internasional yang tinggal menunggu waktu pengoperasiannya dan kapal penyeberangan ferry (RO-RO) menuju Sungai Pakning, yang menghubungkannya dengan Riau Daratan dan kota-kota lain di Sumatera. Rencananya Pemerintah Kabupaten Bengkalis juga akan membangun bandar udara, sehingga memudahkan pengunjung datang ke sana.


Penulis: Khairunizam Btu
Lihat artikel menarik lainnya dalam http://bantan16.blogspot.co.id


No comments:

Post a Comment