Merawat Buku, Perhatikan Hal Ini



Merawat Buku, Perhatikan Hal Ini
The image is Pixabay property

“Books are the quietest and most constant of friends; they are the most accessible and wisest of counselors, and the most patient of teachers.” 
Charles William Eliot 

“One must always be careful of books,  and what is inside them, for words have the power to change us.” 
  Cassandra Clare 
  
Bagi banyak orang, buku bukan hanya merupakan dekorasi ruangan semata. Buku bisa menjadi sebuah harta yang tidak ternilai. 

Sebut saja jendela dunia, sumber pengetahuan, gudang ilmu, catatan sejarah, kenang-kenangan, teman dalam perjalanan hidup, dan guru yang baik. Oleh karena itu ada baiknya Anda tahu cara memperlakukan buku-buku kesayangan Anda, supaya bisa digunakan dan dinikmati dalam jangka waktu yang lama. Merawat buku bukanlah hal yang sederhana. Namun apabila Anda menyediakan waktu dan ketelatenan dalam memperlakukan buku Anda, maka Anda telah menghemat uang dan berinvestasi terhadap buku-buku Anda.

Apa musuh terbesar buku?
  • Tikus dan serangga: rayap, kecoa & kutu 
  • Debu
  • Sinar matahari & cahaya lampu yang terlalu panas
  • Kegelapan
  • Kelembaban
  • Perubahan temperatur yang ekstrem 
  • Noda makanan & minum
  • Air, keringat & lemak pada tangan 

Akibatnya?
  • Jamur
  • Warna kertas menjadi kekuning-kuningan 
  • Tulisan pada buku menjadi pudar
  • Kering, keropos & mudah sobek 
  • Bau tidak sedap/apek 
Kriteria ruang penyimpanan buku, yaitu:
  • Ruangan dengan temperatur yang stabil, sejuk, kering atau tidak lembab (tingkat kelembaban udara sekitar 35%-50%), sekitar 16-18 derajat celsius, hindari gudang yang letaknya di bawah permukaan tanah maupun terlalu dekat dengan atap atau langit-langit rumah
  • Tidak gelap, cukup terang karena serangga sangat suka membuat sarang di tempat yang gelap dan tempat yang gelap juga merupakan tempat yang ideal bagi jamur untuk berkembang biak
  • Tidak terkena sinar matahari langsung maupun cahaya lampu yang panas
  • Ada jarak dengan ventilasi ruangan (jendela atau pintu) dan benda-benda elektronik yang bisa mengeluarkan panas (misalnya: kulkas, oven, radio, TV)
  • Letaknya mudah dijangkau dan dibersihkan secara berkala
  • Memiliki sirkulasi udara yang memadai dan usahakan lemari buku tidak menempel ke dinding atau bersentuhan dengan lantai.
Posisi buku dan penyimpanan buku, yaitu:
  • Usahakan letak buku tidak berdekatan dengan lantai. Artinya tempat buku jangan di bagian paling bawah lemari! Pilihlah tempat yang memungkinkan buku enak dilihat dan mudah dijangkau. Pilihan bisa di bagian tengah atau atas.  
  • Posisi buku sebaiknya berdiri tegak lurus dan berjajar ke samping. Posisi ini memungkinkan udara masuk ke sela-sela buku lewat celah lembaran. 
  • Jangan menumpuk buku! Apalagi dengan beban berat di atasnya. Jika posisi buku bertumpuk dikhawatirkan udara tidak bisa masuk dan mempercepat kelembaban. Hal tersebut akan membuat lembaran-lembaran buku saling menempel, huruf-hurufnya cepat pudar dan jilidnya jadi gampang lepas. Kalau bisa beri butir penyerap air (silica gel) dan kapur barus dalam rak atau lemari buku. 
  • Jangan menjejal-jejalkan buku! Jangan juga membiasakan membawa buku dengan memasukkan ke dalam tas yang penuh dengan berbagai macam barang. Apalagi mencampurnya dengan makanan. Lebih baik jangan memaksakan buku itu masuk dalam tas yang ukurannya lebih kecil dari buku.
  • Jangan menyimpan buku bercampur dengan barang-barang lain! Sediakanlah lemari/rak khusus untuk buku Anda!  
  • Buku sebaiknya disusun sesuai subjek/klasifikasi/ukuran dan disimpan dalam lemari atau rak buku tertutup. Sebagai contoh, beberapa perpustakaan hanya memajang buku-buku populer atau modern. Buku yang tergolong langka diletakkan dalam lemari-lemari khusus.Berilah sedikit ruang untuk mempermudah pengambilan dan pengaturan buku. Kalau disimpan dalam rak terbuka, selain mudah hilang juga riskan terhadap gangguan binatang perusak buku maupun percikan makanan atau minuman, juga debu yang beterbangan. 
  • Biasakan untuk mengembalikan buku di tempat semula setelah membaca.
  • Pastikan tangan Anda selalu bersih. Jangan pernah menyentuh buku dengan noda yang masih tersisa di tangan Anda. Pastikan juga tidak ada cairan di dekatnya, seperti sisa kopi atau zat cair lainnya. Ketika ingin mengambil buku, pastikan untuk mengambil buku dengan memegang bagian tengahnya. Jangan menarik buku dari bagian atasnya. Jika dilakukan terus menerus, secara perlahan itu akan merusak buku.
Perawatan ekstra untuk buku, yaitu:

1. Kemasan plastik kedap udara (Airtight container) & Silica Gel

Hindari menyimpan buku-buku terlalu lama di dalam kotak kardus. Banyak kotak kardus mengandung asam (acid). Asam dari kotak kardus itu bisa pindah ke buku. Akibatnya, buku kita bisa berubah warna jadi kekuning-kuningan. Alternatif yang bijaksana adalah menggunakan suatu wadah plastik yang kedap udara. 

TIPS:
  • Gunakan wadah plastik yang transparan, agar Anda bisa melihat isinya
  • Gunakan wadah plastik dengan ukuran yang tidak terlalu besar dan usahakan agar ukurannya sama, agar memudahkan Anda dalam menyusunnya
  • Beri label (tanggal dan klasifikasi)
  • Gunakan wadah plastik yang bisa dikunci dan kedap udara
  • Beri silica gel (gantilah silica gel secara berkala)
2.  Cover atau sampul buku

Membungkus buku dalam kemasan plastik atau menyampul buku dengan sampul plastik. Hal yang perlu diperhatikan dalam menyampul buku: 
  • Gunakan plastik yang agak tebal dan tidak lengket untuk sampul buku
  • Gunakan plastik bening agar cover bukunya terlihat
  • Jangan terlalu ketat menyampul, karena bisa membuat bagian cover buku terlipat jika sering dibuka
  • Sampul plastik mempunyai masa expired nya, oleh karena itu ganti sampul plastik dengan yang baru, begitu sampul rusak  
3. Kamper atau kapur barus

Bahan baku kertas berasal dari kayu, bisa mengundang rayap menggerogoti buku-buku kita. Umumnya buku-buku baru tidak dirayapi karena beberapa sudah diberi zat-zat kimia untuk bahan baku daur ulang kertas. Juga material plastik dalam pembuatan kertas licin. Namun untuk buku-buku yang masih menggunakan kertas asli umumnya masih bisa dirusak rayap.

Taburlah kamper di sela-sela buku atau di pojok-pojok lemari. Fungsi kamper untuk mengusir ngengat dan mengurangi bau tak sedap. Bagi yang takut dengan bahan kimia yang terkandung dalam kamper, alternatif lainnya bisa digunakan rempah-rempah seperti cengkih dan butiran lada hitam. Biasanya rempah-rempah ini dibungkus dalam sebuah kain kecil, diikat dengan pita, dan diletakkan pada sela-sela lemari.

Hal ini dilakukan karena risiko bagi pembaca yang mempunyai anak kecil di rumah (misalnya: takut tertelan). Secara periodik kamper/rempah-rempah ini harus diganti, umumnya tiga bulan sekali. Agar kita dapat mengetahui kondisi buku. Apabila ada serangga, harus segera dibasmi.

4. Serap air (water absorber/dehumidifier)

Memberikan serap air untuk mencegah kelembaban, terutama dalam ruangan yang tertutup.   

5. Pembatas buku (bookmark) & pembatas rak buku (divider book end)

Jangan melipat halaman buku! Gunakan pembatas buku jika ingin menandai buku dan pembatas rak agar buku yang kita susun berdiri tegak. Menandai buku dengan benda tebal seperti pulpen ataupaper clip bisa merusak jilidan buku. Tinta pada kertas koran dapat menempel pada halaman-halaman buku, oleh karena itu jangan selipkan potongan artikel pada halaman-halaman buku Anda!

Hindari memfotokopi buku! Untuk bisa memfotokopi halaman buku dengan, biasanya punggung buku akan ditekan kuat-kuat. Hal ini jelas akan memperpendek umur jilid buku. Selain itu, ingatlah bahwa memfotokopi buku tanpa izin adalah pelanggaran hukum dan hak cipta. 

6. Lampu khusus 

Instalasi lampu khusus untuk lemari buku, sehingga buku mendapat cahaya yang cukup dapatmenghambat ngengat masuk ke sela-sela buku. 

7. Pembersihan berkala

Sebaiknya bersihkan dulu tempat penyimpanan, dan bukunya sebelum disimpan dalam lemari atau rak buku. Bersihkan buku dan rak buku dari debu dengan mengguanakan kain bersih dan kering. Jangan gunakan kemoceng, karena sapuan kemoceng akan menerbangkan debu dan akan menempel pada buku lainnya.

Lakukan rotasi posisi buku setiap dua pekan sekali. Jika memungkinkan keluarkanlah buku-buku dari lemari dan letakan 


Penulis: Jelia Megawati Heru, Dwi Sundari
Lihat artikel menarik lainnya dalam http://sunsetyastory.blogspot.co.id


No comments:

Post a Comment