Pantai Lasiana, Ikon Wisata Kota Kupang



Pantai Lasiana, Ikon Wisata Kota Kupang
The image is Pixabay property

Jika ada kesempatan mampir ke kota Kupang, singgahlah ke Pantai Lasiana. Pantai ini mungkin yang paling populer di Kupang. Hampir semua orang tahu tentang pantai ini. Lasiana merupakan pantai yang paling tepat untuk dikunjungi bersama keluarga atau teman-teman. Pantai ini biasanya ramai saat weekend, baik pagi ataupun sore.

Lokasinya tidak begitu jauh dari kota Kupang. Melewati jalan Timor Raya, jaraknya sekitar 12 km dari pusat kota Kupang. Dari jalan Timor Raya, kita harus melewati jalan masuk sepanjang beberapa ratus meter. Saat itu saya kesana dengan menggunakan sepeda motor, waktu tempuh sekitar 30 menit dari daerah Jalan Palapa.

Lasiana memiliki pantai yang luas dan lebar. Pantainya pun didominasi oleh pasir, sehingga bisa digunakan untuk bermain bola di pagi atau sore hari yang santai. Anak-anak bisa puas main pasir, sedangkan yang dewasa biasanya berfoto-foto. Air lautnya tenang dengan ombak kecil yang ramah untuk anak-anak berenang. Sehingga orang tua tidak perlu khawatir bila anak-anaknya bermain di pantai. Pohon lontar dan kelapa di sepanjang pantai memberi kesejukan dan keteduhan tersendiri.

Terdapat banyak lopo atau pondok penjual makanan dan minuman di sekitar pantai. Ayam bakar, pisang gepe (pisang bakar khas Kupang), kelapa muda, dan jagung bakar adalah makanan yang dijual disana. Dan masih banyak makanan dan minuman lainnya yang dijajakkan. Saya pun membeli pisang gepe dan es kelapa muda.

Saya paling suka datang ke pantai ini di sore hari. Selain suasana yang lebih syahdu, saya juga menunggu sunset indah. Jadi, jangan lewatkan Lasiana jika anda berada di Kupang. Walaupun masih banyak pantai yang jauh lebih indah daripada pantai ini di Pulau Timor, tapi rasanya tidak lengkap jika ke Kupang, lalu jalan-jalan ke pantai-pantai keren seperti Kolbano dan Tablolong, tapi tidak mengunjungi Pantai Lasiana. 

Pulau Timor terkenal dengan sebutan pulau karang. Kita dapat dengan mudah menemukan batu-batu karang di sudut manapun di pulau ini. Di pinggir jalan, di halaman rumah, di perbukitan, ataupun di pantai. Bahkan goa-goa yang terdapat di pulau ini juga terbentuk dari batu karang. Salah satu goa dengan struktur batu karang yang paling dekat dengan kota Kupang adalah Goa Monyet. Sebenarnya ada dua goa monyet di Kupang, yang pertama di dalam kota dekat Hotel Sasando, dan yang kedua di sekitar pelabuhan Tenau. Goa monyet yang saya kunjungi adalah yang di sekitar pelabuhan Tenau.

Goa monyet merupakan salah satu area wisata yang terjangkau di sekitar kota Kupang. Lokasinya ada di daerah Tenau sebelum pelabuhan Tenau. Tidak terlalu jauh dari Kota Kasih (Kupang), kira-kira perjalanan memakan waktu 20 menit dari pusat Kota Kupang. Sesuai dengan namanya, goa ini dipenuhi dengan gerombolan monyet. Sebetulnya bukan goanya yang dipenuhi para monyet, tapi areal hutan sekitar goa. Saya beberapa kali mengunjungi tempat ini bersama temen-temen kantor.

Monyet-monyet disini bisa dikatakan cukup jinak. Saat kita datang ke sini, biasanya mereka berdatangan ke arah kita. Tidak perlu khawatir bila monyet-monyet ini mendatangi kita. Monyet-monyet disini tidak seganas monyet-monyet di Monkey Forest, Bali, yang agresif dan berani mencuri barang dari kita.  Mereka hanya berharap kita memberi mereka makanan. Jika diberi makan, mereka senang, jika tidak diberi pun mereka hanya terdiam. Sudah menjadi kebiasaan pengunjung untuk memberi makan monyet-monyet itu. Petugas yang berjaga di areal goa pun sudah menyiapkan snack kacang untuk dijual kepada pengunjung yang ingin memberi makan monyet-monyet. 

Saat itu, tiba-tiba monyet-monyet yang ada disana berlarian dan menghilang dari areal goa. Saya heran dan bertanya kepada petugas yang jaga saat itu. Bapak petugas menjelaskan bahwa ini sudah memasuki jam-jam pergantian kawanan monyet. Jadi disini ada beberapa kelompok monyet yang masing-masing memiliki jam operasional untuk mencari makan di areal goa. 

Ketika tiba giliran ganti shift, pertama akan datang seekor monyet utusan dari kelompok sebelah untuk memberi tahu ke kelompok sebelumnya bahwa waktu ganti shift sudah dimulai. Maka kelompok sebelumnya akan berlarian dan menghilang ke hutan, dan beberapa menit kemudian, kelompok monyet yang baru akan berdatangan. 

Selain monyet-monyet tersebut, daya tarik disini adalah areal hutan yang rindang, asri, dan sejuk. Cocok untuk merefresh pikiran di kala penat datang. Disini ada beberapa bale-bale untuk beristirahat. Namun saat saya datang kesana, kondisinya kotor dan beberapa dikuasai anak buah Sun Go Kong. Goanya sendiri tidak seperti goa-goa yang luas kaya seperti goa di Pangandaran. Goanya kecil dan kita hanya bisa masuk beberapa meter saja. Karena semakin dalam semakin gelap, mengecil, dan sepertinya buntu. Selain itu juga terdapat banyak kelelawar yang bersarang disana.

Selain goa, areal hutan, dan monyet-monyetnya, sebenarnya di sekitar goa monyet masih ada tempat yang menarik. Tepat di depan goa monyet ada pantai kosambi dimana lokasi ini sering digunakan oleh orang-orang untuk mandi laut atau snorkeling. Saya pernah snorkeling disini bersama temen-temen.

Selain pantai, sebelum sampai di goa monyet, di sebelah kiri jalan terdapat pemandangan hamparan rumput di perbukitan yang diselingi dengan beberapa pohon dan batuan karang. Rumput-rumput disini akan berwarna hijau saat musim penghujan dan berwarna coklat saat kemarau. Persis seperti di Sumba Timur. Sedangkan di sebelah kanan terdapat pantai yang dipenuhi dengan pohon-pohon lontar yang menjulang tinggi, dan tampak pulau Semau di seberang lautan. Tapi sayang, areal tersebut sekarang sedang dibangun perumahan mewah. Sayang saya tidak sempat mengabadikan rerumputan yang hijau dan jajaran pohon lontar itu.

Bila ada kesempatan berkunjung ke Kupang, jangan lewatkan daerah ini. Jangan lupa juga untuk sekedar berbagi sedikit rejeki buat Bapak penjaga goa monyet ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.


Penulis: Bara Anggara
Lihat artikel menarik lainnya dalam http://barrabaa.blogspot.co.id


No comments:

Post a Comment