Kenali Efek Samping Sulam Alis, Sulam Bibir, Dan Tanam Benang



Kenali Efek Samping Sulam Alis, Sulam Bibir, Dan Tanam Benang
The image is Pixabay property

Sulam alis maupun sulam bibir yang merupakan make up permanen banyak dilakukan oleh kaum wanita untuk mempercantik penampilan. Namun tanpa disadari ada efek samping dari sulam alis dan sulam bibir. Kelebihan make up permanen adalah menghemat waktu. Pasalnya, make up permanen tidak luntur sebab terus menempel dan tidak hilang akibat keringat maupun kotoran. Contoh make up permanen adalah menato atau membuat tato make up di area mataseperti eyeliner serta alis atau sulam alis dan sulam bibir yang mewarnai bibir. 

Cara mendapatkan make up permanen di wajah sama dengan menatokan tinta ke dalam tubuh. Yaitu menggunakan jarum yang menusuk lapisan atas kulit untuk menanamkan warna-warna pada kulit. Sebelumnya, kulit diberi bius lokal. Tato make up pun harus diulangi beberapa kali selama 3 bulan agar hasilnya sempurna. Tato make up cukup mirip medical restoration atau proses mengembalikan warna alami kulit pada bekas luka dan vitiligo. Tato make up pun sebaiknya dilakukan ahli dermatologi, aesthetician, perawat, dan ahli tato yang terpercaya. 

Lalu, apa saja efek samping sulam alis dan sulam bibir? 

Pada dasarnya, kulit berisiko alergi saat dimasuki zat asing. Efek samping sulam alis dan sulam bibir ini dapat muncul bertahun-tahun setelah tato make up dilakukan. Misalnya, radang atau reaksi alergi. Risiko ini dipengaruhi jenis pigmen sebagai pewarna tato make up. Tato make up berbahan iron oxide tergolong aman, tapi pigmen berbahan organik justru berisiko.

Efek samping sulam alis dan sulam bibir yang lain adalah risiko granuloma atau massa yang terbentuk di dalam jaringan di sekitar penanaman pigmen dan keloid yang lebih sering muncul saat make up permanen dihilangkan. Risiko hepatitis C juga bisa terjadi bila sulam alis atau sulam bibir menggunakan jarum yang tidak steril.

Dalam jangka panjang, pigmen iron oxide yang ditanamkan di dalam wajah dapat berisiko bila Anda harus menjalankan MRI. Misalnya, timbul pembengkakan, radang ringan, rasa terbakar pada area yang ditato, hingga memengaruhi hasil pemeriksaan MRI. Risiko lain sulam alis dan sulam bibir adalah hasil yang tidak sesuai harapan. Meski tato make up memang bisa diperbaiki dengan prosedur dermabrasi, laser, operasi, bahkan ditutupi lagi dengan tato, tapi tetap ada efek samping seperti warna kulit menjadi belang dan bekas luka. 

Jadi, jika Anda memutuskan melakukan tato make up, selalu pilih klinik atau tempat terpercaya dan di bawah pengawasan para ahli. Jangan ragu bertanya pada orang yang sudah melakukan prosedur sulam alis dan sulam bibir dan pastikan jarum baru yang dipakai. 

Selanjutnya kami akan membahas hal-hal yang perlu anda tahu sebelum Tanam Benang. Belakangan ini tanam benang (thread-lift) sedang ramai diperbincangkan. Ini adalah metode kecantikan untuk memberikan efek lifting (mengangkat/mengencangkan) dengan cara memasukkan benang ke dalam kulit.  Konsep tanam benang adalah pengangkatan jaringan lunak wajah yang kendur dengan menggunakan benang di bawah kulit. Sehingga wajah akan terlihat lebih muda dan kencang.

Menurut dr. Enrina Diah, SpBP-RE (KKF), tidak seperti operasi plastik, prosedur tanam benang tidak membutuhkan banyak tindakan alias non invasif dan cukup dengan anestesi lokal. Selain itu proses pengerjaan dan waktu pemulihannya juga lebih cepat. Namun, dr. Enrina menyarankan untuk tidak sembarangan melakukan tanam benang. Ada beberapa hal yang sebaiknya Anda pertimbangkan.

Prosedur

Terlebih dulu dokter akan menyuntikkan anestesi lokal di area wajah yang ingin ditanam benang. Setelah itu, dokter memasukkan benang khusus ke bawah kulit untuk mengangkat kulit dan mengencangkan jaringan lunak wajah. Benang yang digunakan biasanya yang  bisa diserap oleh kulit. Namun, ada juga tipe benang yang tidak diserap kulit dan campuran. Hasilnya akan kelihatan dalam sehari atau dua hari. Dalam waktu itu tidak disarankan unuk menggerakkan area yang ditanam benang.

Efek samping dan risiko

Usai menjalani tanam benang, ada beberapa efek samping yang akan Anda hadapi, yaitu nyeri di belakang telinga dan rasa tidak nyaman pada wajah, lebam dan bengkak berkepanjangan serta  nyeri yang menetap. Pada kasus yang berat terjadi radang kronis yang disebabkan oleh trauma berulang dan pergerakan mikro atau gerigi benang dan kapsul/jaringan di sekitarnya. Infeksi kronis juga bisa menjadi efek samping yang perlu Anda waspadai.

Sedangkan risiko dari prosedur ini adalah tidak terjadi perubahan yang signifikaan, wajah terlihat asimetri, benang dapat terlihat, terjadi rippling/dimpling yaitu kontur kulit bergelombang atau tidak rata aliat mengerut, benang putus, terbentuk jaringan parut di sekitar area yang ditaman benang dan benang bergesert berpindah posisi atau keluar melalui kulit.

Hasil

Efek dari tanam benang untuk peremajaan kulit sifatnya hanya sementara, biasanya hanya satu hingga dua tahun saja. Berikutnya Anda perlu mengulang prosedur yang sama untuk mempertahankan keremajaan kulit Anda.

Melihat gambaran di atas, baik komplikasi-komplikasi maupun rasa tidak nyaman, maka sebaiknya Anda perlu mempertimbangkan dengan matang bila ingin melakukan tanam benang. “Sebenarnya tanam benang tidak efektif untuk peremajaan wajah karena tidak memberikan perubahan volumetrik wajah dan hanya mereposisi jaringan lunak wajah bagian luar (terutama kulit) tanpa memperbaiki kelebihan kulit atau struktif yang lebih dalam,” kata dr. Enrina. Ia menyarankan sebaiknya Anda memilih cara-cara lain tanpa operasi yang dapat digunakan  untuk meremajakan kulit wajah dengan efek samping yang lebih minimal. 


Lihat artikel menarik lainnya dalam http://meetdoctor.com


No comments:

Post a Comment